Post Update :

Posting Populer

Motivasi

Hidup tanpa motivasi bagaikan berkendara tanpa arah tujuan. Untuk mendapatkan beberapa untaian kata motivasi yang inspiratif, anda bisa dapatkan disini :
-------------------------------------------------------------------------- Motivasi Islam -------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------- Motivator Indonesia -------------------------------------------------------------------------- Salam Super Mario Teguh
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Soul nicht perfekt

Sabtu, 07 Mei 2011

Wir nie Liebe finden von man ist perfekt. Weil sie sind perfekt nicht mehr brauchen Liebe. So lernen zu lieben aber viele Defekt zur Verfügung stehen. Dann Perfekt wir lieben, ihn zu lieben... Ja, in dieser Welt nichts perfekt ist. Ebenso mit dem Leben und der Liebe. Die perfekt ist die Liebe Gottes zu seinen Knechten. Und eins ist nahezu perfekt in dieser Welt, ist die Liebe einer Mutter zu ihrem Kind. So lernen, egal wie viel sie über Schuld Liebe. Wir sollten nicht zu dem, was die Mängel betreffen. Wegen der Mängel des lieben wir, eine Rolle in seinem Leben haben. Wenn er nur nicht über eine Verknappung, dann wird er nie brauchen Liebe. Menschen, die viele Mängel haben, die dringend der Aufmerksamkeit, Liebe und Liebe zum Nächsten. Von da ist es, wie sinnlos unsere Liebe in seinem Leben.... Ich liebe dich weil es gibt Unvollkommenheiten sie,auch für mich. Aber Liebe ergänzen unsere Mängel bis perfekt.

Wirklich, ich konnte dich nicht lieben perfekt. Dann lernen mich zu lieben, für unsere können einander lieben mit vollkommene L
iebe....
Kita tak akan pernah mendapatkan cinta dari orang yang sempurna. Karna mereka yang sempurna tak lagi membutuhkan cinta. Maka belajarlah mencintai seberapapun banyaknya cela yang ada padanya. Lalu sempurnakanlah cinta kita untuk mencintainya...

Ya, di dunia ini tak ada yang sempurna. Begitupun dengan jiwa dan cinta. Yang sempurna hanyalah cinta Tuhan kepada hambanya. Dan satu hal didunia ini yang mendekati sempurna, adalah cinta seorang ibu kepada anaknya. Maka belajarlah mencintai seberapapun banyaknya cela yang ada padanya. Kita tidak perlu terlalu memperdulikan apa yang menjadi kekurangannya. Karena dengan kekurangannya itulah, cinta kita memiliki peran dalam hidupnya. Andai saja ia tidak memiliki kekurangan, maka ia tidak akan pernah membutuhkan cinta. Orang yang memiliki banyak kekurangan, sangat membutuhkan perhatian, cinta, dan kasih sayang dari sesama. Oleh karna itu, betapa bermaknanya cinta kita dalam kehidupannya.

Aku mencintaimu karena ketidaksempurnaan yang ada padamu, juga padaku. Namun cinta melengkapi kekurangan kita hingga sempurna.

Sungguh, aku tak bisa mencintaimu dengan sempurna. Maka belajarlah untuk mencintaiku, agar kita dapat saling mencintai dengan sesempurnanya cinta...


JT-Nenger, Heidelberg
(
über dem Neckar - ein Traum)

Melukis Warna Cinta

Selasa, 12 April 2011


Mencintai Ibarat melukiskan warna. Lukisan itu akan tergoreskan sesuai dengan apa yang kita fahami dan rasakan. Adakalanya kita melukiskannya, cukup dengan satu warna. Ada pula yang melukiskannya dengan jutaan warna. Warna-warna itulah yang membuat lukisan cinta kita memiliki makna.

Adakalanya kita melukiskannya dengan warna yang sama dengan warna cinta orang lain. Namun, tetap saja, hanya kita yang mengetahui apa makna dibaliknya.

Ya, mencintai terkadang sesederhana melukiskan warna. Hanya terkadang kesulitan itu muncul, hanya diakibatkan karna kita tak mampu menggoreskan warna dengan baik. Atau saat itu kita tidak tahu apa yang ingin kita lukiskan di kanvas kehidupan. Terkadang, atau bahkan seringkali kita membuat lukisan yang abstrak, saat kita tak memiliki esensi dari cinta yang kita miliki. Kita biarkan ia mengalir semaunya, tanpa tahu di mana tepian yang akan melabuhkannya. Alhasil, orang lain, ataupun diri kita yang melukiskan - bingung untuk memaknainya.

Maka, buatlah lukisan cinta-mu bermakna. Agar ia memberikan keindahan, rasa haru, takjub, sekaligus semangat yang menggelora. Agar ia memiliki kekuatan untuk berjuang, membangun, bahkan menyelamatkan saat kesudahan menghampirinya.


Hanya Mimpi, Sebatas Janji

Jumat, 19 November 2010


Dulu cita-cita kita sama, membangun mimpi melawan realita
Kau punya bagianmu, kupunya urusanku

Kamu dan bagianmu, menyiapkan pondasinya agar tak mudah runtuh
Aku, ada urusanku, mengurusi sebagiannya agar tak terlihat kumuh

Lalu kita sama-sama berjuang

Melewati pintu dan lorong yang berbeda

Jalanmu gelap, akupun juga

Tak ada lilin yang menemani perjalananmu

Dan aku hanya mampu membisu

Karna waktuku, tak lagi cukup untukmu.


Dulu, sewaktu kita bersama mengikat janji

Di bawah teduhan bunga dan mentari

Kau kaitkan kata, dan kita rajut cerita

Dalam mimpi yang kita bangun setia
Namun kini, tinggal percuma.

Dulu, dan mungkin sekarang kita lupa

Saat kita getarkan ikrar dalam dada

Berjanji agar setia selamanya

Masalahmu, juga urusanku

Tak ada benteng yang menghalangi tanggung jawab kita

Namun kita, kini berjalan menyendiri seadanya.

Lalu rindu mempertemukan kita
Menyadarkan jiwa yang tergelepar dan terkapar

Bahwa kita tak bisa melewatinya tanpa bersama

Lalu kita akan semakin terluka

Dan berpisah pada jalan yang berbeda,

hanya akan membuat luka yang lebih menganga.


Lalu badai menguji persahabatan kita

Ego yang kupunya, kian terkikis termakan habis.


Saat ukhuwah tak seindah perbedaan warna

Saat rasanya, ibarat madu yang tiada getir

Ibarat lebah yang hanya diambil madunya
Ibarat lintah yang hanya menghisap darahnya


Lalu, nasihatmu ibarat candu.

Menawarkanku disaat menggerutu.


Karna ukhuwah tak semanis madu,

yang manis rasanya, tanpa getir yang tersisa.

Karna ukhuwah tak segelora darah

yang semangatnya, tak pupus memerah.


Jatinangor, 19 November 2010
(Saat ukhuwah padam, kemudian hilang diterpa zaman)

Dilema : Segitiga

Kamis, 18 November 2010

Kau punya cerita, akupun juga
Kau punya mimpi, aku begitu pula
Dalam mimpiku, ada ceritamu
Dalam ceritamu, ada pula mimpiku

Kita sama, tapi sungguh jauh berbeda
Kau disini, aku disana.
Bersama merajut cerita dan mimpi walau tak mampu bersama.

Terkadang kau marah, merasa diri paling terluka
Segenggam janji tak membuatmu terpana
Melupakan setiap kelu dan tanya
Namun biarlah, mungkin memang kau sengaja
Membuatku bingung hilangkan suka

Kubuka jendela, di pagi itu
Menatap, meratap, kemudian menghilangkan perasaan seharian
Membenamkan harapan, lalu pergi tanpa kejelasan

Kau tak pernah tahu, sore itu.
Saat kita sama-sama mengikat janji
Dibawah bougenville yang berduri
Seikat jemari, sepasang lingkar tak berarti
Mengait jemari, lalu kau pergi
Sendiri, akupun menyepi.

Jemari memaksaku untuk menuliskan namanya disini.
Dengan tinta merah dan sebuah tanda : cinta.

Jatinangor, 18 November 2010
(Aku tak tahu apa yang kutulis disini)

Inspirasi Hujan

Selasa, 16 November 2010

Sesejuk hujan sore ini, gemerciknya basah hingga menyuburkan. Kuntum tetumbuhan yang layu, tersapu hangat oleh guyuran yang menyejukkan. Siklus yang tak pernah berakhir, walau harus lewati setiap perbukitan hingga lautan. Lalu menguap, kembali turun berikan manfaat kehidupan.

Dalam setiap tetesan, ada aroma yang pekat. Berbau debu . Seringkali membentur tanah tandus, hingga kemudian basah subur tertumbuk pupuk alam yang tak pernah habis. Rintik yang perlahan, membanjir jika alam sudah mulai tergoyah. Bandang, bahkan tsunami menggertak, menandakan amarah yang memuncak. Kelembutan adakalanya dapat menghancurkan jika terus diabaikan. Jangan salahkan alam yang berjuang mempertahankan keseimbangan, karna ia pun makhluk tuhan. Yang menuntut keadilan atas segala pengrusakan.

Seringkali kita hanya bisa menyalahkan, tanpa mau instrospeksi atas setiap kebodohan yang kita lakukan. Guyurkan kepalamu pada hujan!! Jika ia terus bertindak bingar, apalagi terlalu sombong untuk mengakui keangkuhan.


Hujan sore ini merintik perlahan.
Lalu kian deras, menderu bising diterpa angin....


Depok, 16 November 2010
(Saat rintik hujan lelah menggelitik)

Dunia Yang Asing

Minggu, 14 November 2010

Saat peradaban mulai meminggir dari kemuliaan
Banyak hal yang terserak berantakan
Seakan puing moralitas sudah biasa menjadi debu
tidak begitu diperhatikan, bahkan sebaliknya :
Dianggap hal yang keji.

Tirani kian merajalelaNafsu menjadi dewa.
Dan kini hanya banyak orang yang bisa mengumpat
Banyak yang terlalu pintar untuk berpendapat
Namun sedikit yang bisa berbuat
Berbuat, lalu memberi manfaat

Dunia seakan menggila sepertinya
Para pemuda telah rusak moralnya
Orangtua, malah surut untuk bertindak bijaksana..
Tak ada kata kerjasama
Dan kita, hanya saling mencela...

Lagi-lagi atmosfir ini membuat pikiran mual
Semua, bahkan saya yakin tak ada satupun yang merasa nyaman
Mereka yang bekerja di perkantoran,
ataupun yang hidup dijalanan.
Bahkan tak ada binatang pun yang dapat hidup tenang..
Tak ada lagi kehidupan yang diimpikan
Karna mimpi telah mati dari pengharapan.
Lagi-lagi nyawa telah banyak dipertaruhkan.
Demi mengobati keputus-asaan..

Dunia kita, saat ini berubah menjadi neraka
Tak ada lagi keindahan
Yang ada hanya fatamorgana yang memabukkan
Semakin diminum, semakin menambah dahaga
Tak pernah puas bahkan
Tak ada lagi makanan yang terasa lezat untuk dihidangkan.
Semuanya menjadi racun,
dan kemudian mematikan.

Ini salah siapa???
Jangan hanya menyalahkan penguasa
apalagi rakyat jelata..
Karna kita semua memegang andil dalam setiap kerusakan
Dan kini, kita pula yang menjadi juru kunci dari setiap perubahan.
Jika memang tak bisa menanggung sepenuhnya,
Lebih baik mengusahakan untuk menanggung sebagiannya..

Jatinangor, 13 November 2010
(saat dunia semakin membuat pikiran penat)

Memaknai Cinta Part.3 : Adalah Cinta.

Minggu, 17 Oktober 2010

Jika Cinta adalah harapan,
Kuingin gantungkan semua impian,
Agar semua cinta menjadi saksi dari setiap mimpi.

Jika Cinta adalah Tujuan,
Kuingin ingin jadikannya pelabuhan kehidupan
Agar ketika ku kehilangan arah,
kutak lagi salah langkah.

Jika cinta adalah sumber kekuatan
Kuingin ia menjadi motivasi dalam setiap langkah perjuangan
Agar ketika kulelah, cinta memberiku energi untuk melangkah
Jika cinta adalah pengorbanan,
Aku ingin setiap desah nadi ini menjadi detik penuh makna
Untuk berjuang hingga habis tetesan darah yang ku punya

Jika cinta adalah cita-cita,
Aku ingin terus berlari menggapainya,
Walau ia semakin jauh,
akan terus kukejar walau letih menghantui.

Jika cinta adalah impian,
kuingin tidurku selalu memimpikan wujudnya
Yang mampu membuka cakrawala dan tabir dari setiap gelisah

Jika cinta adalah engkau
Kuingin menghiasimu dengan kebahagiaan
Walau harus kukorbankan derita
Untuk membuat semburat senyum di wajahmu...

Jika cinta telah tiada
Aku cukup menguburnya dalam hatiku,
Agar selalu kukenang,
bahwa aku pernah merasakannya...

Rabb, izinkanlah kami mencintai-Mu.
dengan Cinta antar manusia.

Jatinangor, 2 Oktober 2010, 19.00.12

Kematian Yang Tak Pernah Kuimpikan (Part.1)

Rabu, 22 September 2010

Mengarungi jalan lurus namun gelap, hanya ada lilin kecil yang terus membakar dirinya...

Hanya ada lilin kecil yang menemani. Dengan cahaya sekedarnya, aku melindunginya dari usapan angin yang berhembus. Dingin semakin merasuk, menusuk hingga membuat diri bulu kuduk. Hanya ada penyesalan, ketika siang sebelum senja. Aku tak pernah menyiapkan segalanya. Bahkan hidup dalam kesenangan dunia, melenakanku akan getir malam ini. Hanya ada tetes air yang mengalir, menyesali subuh tadi. Saat tubuh ini masih kuat menyiapkan pelita. Saat tubuh begitu gagah berkata lantang, Aku Hebat!! Aku memiliki segalanya.. Sungguh, sungguh angkuh, dan aku terlena...

Sekarang baru beranjak malam, namun perjalanan masih panjang. hanya cahaya bulan yang menemani malam. Sebelum menemukan matahari di subuh hari, mungkin lilin kecil telah berbakar mati. Kegelapanpun semakin mencekam, hanya petunjuk hati yang menemani.


Serasa telah berada di penghujung kehidupan. Nafas semakin terengah, detak jantung semakin payah.. Langkah-langkah kecil tetap menapak, namun tak bisa meninggalkan jejak-jejak keletihan. Rasanya 'aku' tak sanggup lagi melakukan perjalanan. Tubuh semakin kaku, lidah membisu. Seakan tak ada kata yang terucap untuk mengeluh.

Mata semakin kabur, pandangan semakin buram, sepertinya kegelapan begitu mencekam. Hingga 'aku' tak lagi memikirkan kemana arah yang sebenarnya. Tapak demi tapak semakin payah,, sangat melemah. Hingga 'aku' merasakan udara dingin yang menyapa. Tubuh terjerembab sesaat, kaki tak mampu lagi untuk berdiri. Kilat menyambar sangar, dan aku hanya terkapar..

Sepi,
Gelap,
Lemah,
Tak Berdaya,
Mungkin ini adalah akhir dari segalanya.
Akhir Hidup yang tak pernah kuimpikan.
Tragis.

Jatinangor, 22 September 2010, 18.42.32

(Saat Beban Begitu memuncak, dan kondisi kian melemah)

Memaknai Cinta (Part.2) : Jika Makna Cinta Disalah-artikan..

Selasa, 21 September 2010

Jika Cinta Disalahartikan...

Ia Lebih tajam dibanding duri, menusuk, menorehkan luka

Ia Lebih memabukkan dibanding arak, terlena, membuat gila

Ia Lebih suram dibanding kegelapan, kalut, membutakan arah

Jika cinta sebatas Nafsu,Ia akan terus menipu

Jika cinta hanya dianggap sebatas rasa, Ia tak akan pernah terlihat nyata

Jika cinta diartikan untuk memilikinya, Ia akan menghilang.

Jika cinta tak memiliki wadah yang benar, hanya kemaksiatan yang menyelimutinya.

Jika cinta hanya didasari oleh suka, suatu saat kebencian akan menghampirinya.

Jika cinta hanya dianggap untuk menerima, Kita tak akan pernah bisa ikhlas untuk memahaminya.

Jika cinta dianggap untuk memberi, pada hakikatnya tak ada yang kita miliki.

Jika Cinta mengalihkan perhatian dari Tuhannya,

Lalu apakah itu Cinta yang sesungguhnya???

Sungguh, Cinta bukan sebatas hasrat yang perlu dipenuhi!!

Jatinangor, 21 September 2010

(Ketika Makna Cinta seringkali disalah-artikan)

Satu Kata Saja

Sabtu, 18 September 2010

Bayangan kalimat seakan menari dalam benak

Mencari makna dari setiap fikir yang melonjak

Menaiki ubun, lalu berucap lirih :

Ayo Tuliskan!!

Entah apa yang membuatku kelu untuk menggoreskan tinta di lembar ini.

Seakan ujung pena telah menumpul, tak bisa menuliskan kata-kata.

Angan yang semu tak mau berpadu, maupun menyatu

Ia tetap lincah menari dalam benak, hanya membisu.

Hei, tuliskan kata itu!

Seakan otak menunjuk tegas

Tak tahan ingin goreskan untaian kata-kata bijak

Tunggu Dulu!! Memang kau tahu maknanya??

Jangan asal Tulis!

Hei, biarkan ia berkreasi,

Yang penting tuliskan sekarang, biarkan orang lain yang mengartikan!

Munafik!!

Kau tulis, tapi kau tau maknanya.

Lebih baik aku tidur, biar mimpi memberiku inspirasi!

Entah sampai kapan perdebatan itu.

Mereka terus membuncah lincah

mengaduk dan menyeruak dalam lamunan panjang

Namun, tak satupun kata yang berhasil kutulis

Cukup Satu, tapi aku tak mampu....


Namun kata itu akan tetap berhenti sampai pada titiknya.

Jatinangor, 18 September 2010

(Saat Inspirasi membuncah, namun tangan mengelu)

Karya

Meminang Bidadari Kisah tentang perjuangan untuk bisa belajar mencintai dan berkorban. Pertaubatan seorang WTS untuk menemukan cinta sejatinya, dan penerimaan seorang lelaki sholeh kepada seorang pendamping hidup yang memiliki masa lalu yang kelam. (Baca Selengkapnya)
Merajut Mimpi Merenungkan kehidupan berarti menemukan pertanyaan dan berupaya memberi jawaban terhadap pertanyaan yang muncul di atas nalar manusiawi. Banyak sekali pertanyaan yang perlu di jawab demi mengungkap keber-makna-an kehidupan kita. Makna adalah "makanan" dari nalar manusia.. Maka maknai kehidupan kita, agar setiap hembusnya memilki arti untuk dipahami..” (Baca Selengkapnya)
4 Musim Cinta Kisah berlatar negri jerman, tepatnya di kota Heidelberg. Kota yang dikenal sebagai kota paling romantis di negri jerman. Tentang kisah hidup seorang Alysha (Mahasiswi berprestasi dan agen intelegen) menemukan cinta, jalan hidup dan Tuhannya. (Baca Selengkapnya)
 

© Copyright Afief Alkhawarizm 2010 -2011 | Design by Afief Alkhawarizm | Published by Khawarizm's.net | Powered by AK-Team.