Post Update :

Posting Populer

Motivasi

Hidup tanpa motivasi bagaikan berkendara tanpa arah tujuan. Untuk mendapatkan beberapa untaian kata motivasi yang inspiratif, anda bisa dapatkan disini :
-------------------------------------------------------------------------- Motivasi Islam -------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------- Motivator Indonesia -------------------------------------------------------------------------- Salam Super Mario Teguh
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan

Berhati-hatilah dalam Bersikap

Rabu, 23 Juni 2010

Kesulitan untuk dimaafkan membuat kita berhati-hati alam bersikap, dan jangan pernah meremehkan kesalahan yangg kita lakukan kepada manusia, sekecil apapun itu.Pepatah "Alloh SWT saja Maha Pengampun dan Pemaaf bagi setiap hamba yang mengakui kesalahan dan memohon ampun kepada-Nya" itu motivasi untuk orang yg disakiti, sepertinya tidak pantas dijadikan dalih kita ketika berbuat salah, sehingga meremehkan setiap kesalahan yg kita lakukan. Itu yg saya fahami..... (Afief Alkhawarizm)

Begitu banyak dosa yang kita lakukan mungkin karena kita terlalu sering menganggap remeh dosa-dosa kecil. Padahal yang namanya dosa adalah sebuah keburukan dan akan dimintai pertanggung jawabannya. dan Allah tidak akan pernah luput dari segala macam dosa yang kita perbuat, besar ataupun kecil dosa itu. Sungguh, tidak begitu malu-nya kah kita berhadapan dengan Allah saat bertemu dengan-Nya di akhirat kelak?? tidak mengerikannya-kah neraka di mata kita?? begitu perihnya azab, tetesan api neraka yang membara. Huffhh,, membayangkannya saja saya tidak kuat sepertinya.

Seorang ustadz yang saya lupa namanya pernah berkata : Berhati-hatilah terhadap dosa yang kita lakukan kepada sesama manusia, karna kita tidak hanya meminta ampun kepada Allah saja, tapi harus mendapatkan penerimaan maaf dari orang yang kita dzolimi. Istilahnya kalau kita dosa sama Allah, kita hanya meminta maaf kepada 1 pihak saja, yaitu Allah SWT, sedangkan ketika kita berdosa kepada sesama manusia, kita harus meminta maaf kepada 2 pihak, Allah dan manusia. Jadi, masih meremehkan dosa yang kita lakukan kepada sesama manusia??

Kita sering mendengar 'gurauan lucu', ketika seseorang ingin meminta maaf kepada orang yang disakitinya. Tidak jarang kita juga sering mengucapkan : "Maafin ya, dosa loh kalau ga mau maafin, orang Allah aja memaafkan dosa hambanya, masa kita sebagai makhluknya pelit banget ngasih maaf, maafin ya.. please!!". Sambil sedikit memaksa dan merayu sepertinya itu ucapan yang sering kita lontarkan. Bukan dengki atau apapun, ketika sering terbersit ucapan itu, saya malah berfikir : Ya, Pantas aja Allah mau memaafkan, karna Allah itu memiliki sifat Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha bijaksana. Jadi ya wajar saja kalau Allah 'bersikap' rahman seperti itu, begitu fikiran sederhana saya. Bahkan kita sering melupakan bagaimana syarat mendapatkan kata 'penerimaan maaf' dari Allah. Tidak cukup hanya sebatas ucapan penyesalan, tapi masih banyak yang harus kita lakukan, diantaranya berjanji tidak akan mengulanginya, ikhlas, istighfar, memenuhi hak, dll.

Untuk memaafkan memang suatu yang rumit. Makanya kita harus berfikir sebelum bersikap dan bertindak, kira-kira ketika kita melakukannya kita PD gak bakal dapet kata maaf dari manusia, atau Allah SWT. Kalau gak yakin bakal dimaafin, ya mending jangan coba-coba deh berbuat salah, apalagi sampai mendzolimi seseorang. Terkadang kita meremehkan saat melakukannya, dan baru merasa bersalah ketika mendapat akibatnya. Berhati-hatilah, jangan sampai kita dijerumuskan ke neraka dan ditimpa dengan azab karna kita sering meremehkannya, dan tidak sadar saat melakukannya.. Naudzubillah.


Tausiyah Aa Gym

Selasa, 22 Juni 2010

Orang yang paling mulia diantara manusia adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling siap menghadapinya dengan bekal amal shalih. ( KH. Abdullah Gymnastiar )

"Boleh jadi Allah mengabulkan harapan kita dengan tak memberi apa yang kita inginkan karena Dia Maha Tahu bahaya yang akan menimpa dibalik keinginan kita" (Aa Gym)

"Semakin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tak disukai." (Aa Gym)

"Menata Hati dengan Kelembutan Cinta. " (Aa Gym)

"Tak jujur adalah penjara, yang membuat diri dicekam takut terbongkar, mudah untuk berdusta, nikmat apapun tak akan ternikmati, maka jujur adalah hidup merdeka." (Aa Gym)

"Hati yang bersih akan peka terhadap ilmu, apapun yang dilihat, didengar, dirasakan jadi samudera ilmu yang membuatnya kian bijak, arif dan tepat dalam menyikapi hidup ini" (Aa Gym)

"Yang penting bagi pimpinan bukan memaksa anggotanya menaati kepada perintahnya, tapi membuat paham apa yang terbaik yang harus dilakukannya dengan penuh kesadaran." (Aa Gym)

"Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali." (Aa Gym)

"Komentar spontan kita mungkin hanya satu patah kata, tapi bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian mendalam, oleh karena itu waspadalah walau hanya sepatah kata" (Aa Gym)

"Mustahil semua orang akan menyukai kita -- walau kita berbuat baik semaksimal mungkin. Tak usah aneh dan kecewa, terus saja berbuat yang terbaik, karena itulah yang kembali kepada kita. (Aa Gym)

"Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu" (Aa Gym)

"Melawan kemarahan dengan kemarahan lebih banyak menimbulkan masalah baru. Ketenangan, kejernihan dan sikap yang terkendali, insya Allah akan lebih menjadi solusi" (Aa Gym)

"Hati manusia berubah-ubah, sekarang marah mungkin besok lusa sudah reda bahkan mungkin lebih sayang kepada kita, oleh karena itu jangan mendendam atau benci ber-kepanjangan." (Aa Gym)

"Akan ada saat hati menjadi sedih dan gelisah. Jangan biarkan larut dan mencuri hidup kita, bangkitlah, sibuklah, bergaulah dengan orang yang manfaat dan banyaklah berzikir."(Aa Gym)

"Berani hidup harus berani menghadapi masalah, jangan takut dan jangan gentar, hadapi dengan benar dan tawakal, karena setiap masalah sudah diukur Allah sesuai kemampuan kita." (Aa Gym)

"Konflik biasanya terjadi karena saya benar dan kamu salah, berilah kesempatan hati mengatakan kita benar dan diapun boleh jadi benar, Insya Allah akan mudah cari solusi."(Aa Gym)

"Adakalanya Allah memberi dengan tak mengabulkan keinginan kita, karena hanya Dia yang tahu mudharatnya bila keinginan kita terpenuhi." (Aa Gym)

"Bila kita dongkol dan tak menyukai pemarah, maka berjuanglah sekuat tenaga untuk tak jadi pemarah, karena bila sama-sama pemarah maka kita sama-sama tak disukai." (Aa Gym)

"Dimana ada keinginan disana ada jalan, dimana tekad kian membaja rintangan tak akan jadi penghalang, kesuksesan kian menjelang." (Aa Gym)

"Kita tak memiliki apapun dan tak dimiliki siapapun selain milik Allah. Hidup di dunia hanyalah mampir sejenak, mencari bekal untuk pulang dan menanti saat maut menjemput." (Aa Gym)

"Kunci sukses adalah kegigihan untuk memperbaiki diri, dan kesungguhan untuk mempersembahkan yang terbaik dari hidup ini." (Aa Gym)

"Kebiasaan melemparkan kesalahan dan tanggungjawab kepada orang lain, selain akan menambah masalah, juga akan menjatuhkan kredibilitas, dan menghilangkan kepercayaan." (Aa Gym)

"Orang yang sedikit pengetahuan, wawasan dan pengalaman, seperti yang terbelenggu dan dipenjara oleh keterbatasannya, hidup tak akan leluasa dan sulit untuk berbahagia." (Aa Gym)

"Hidup jauh lebih indah, aman dan menyenangkan bila saling menyayangi, namun kasih sayang tak akan datang dengan diminta, kasih sayang akan datang bila kita yang memberi."(Aa Gym)

"Alangkah nikmatnya jadi pemaaf, batin tenang dan lapang, urusan menjadi mudah dan tuntas, hidup bahagia dan mulia serta dicintai dan dihormati orang." (Aa Gym)

"Siapapun yang merindukan sukses, maka harus bertanya pada dirinya seberapa jauh dan sungguh-sungguh untuk berjuang, karena tiada kesuksesan tanpa perjuangan."(Aa Gym)

"Barangsiapa yang selalu siap dan melatih diri untuk menghadapi situasi sulit, maka dia akan menghadapi kesulitan dengan tenang dan mudah." (Aa Gym)

"Kritik yang didasari kedengkian akan cenderung menyakiti, menghina, mencaci, dan hasilnya bukan perubahan melainkan kebencian dan permusuhan."(Aa Gym)

"Jadikanlah kebahagiaan teman kita menjadi kebahagiaan kita. Ikutlah merasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya, niscaya hidup ini lebih indah dan mulia." (Aa Gym)

"Air yang lembut bisa mempersatukan bahan besi, semen, kerikil, pasir sehingga menjadi beton yang kokoh. Memang kelembutan hatilah yang akan bisa mempersatukan." (Aa Gym)

"Hanya orang yang tahu batas, dan disiplin dengan bataslah yang menikmati hidup, karena orang yang tak tahu batas dan berlebihan akan menimbulkan masalah." (Aa Gym)

"Pemimpin yang bijak, tak perlu kelihatan serba ahli menyelesaikan masalah, tapi justru memberi peluang anggotanya untuk kian terampil dan percaya diri dalam mengatasai masalah." (Aa Gym)

"Jangan takut menjadi tua, karena pasti menua. Tapi takutlah tak menjadi dewasa, karena kedewasaan sikaplah yang menjadi jalan kebahagiaan dan kemuliaan." (Aa Gym)

"Kekuatan seorang pemimpin sejati adalah kemampuan mengendalikan diri. Bagaimana mungkin memimpin orang lain dengan baik, bila memimpin diri tak sanggup." (Aa Gym)

"Ingatlah seseorang akan bersegera, memprioritaskan dan bersungguh-sungguh terhadap hal yang dianggapnya penting dan menguntungkan bagi dirinya, tapi tak melakukan untuk yang sebaliknya." (Aa Gym)

"Tak perlu menjawab penghinaan dengan penghinaan lagi, cukup jawablah dengan evaluasi diri, gigih memperbaiki diri, dan beri bukti yang tak terpungkiri." (Aa Gym)

"Jangan remehkan kesalahan sekecil apapun, karena boleh jadi yang kecil itulah yang menjadi awal malapetaka. Ketahuilah, kesalahan besar diawali terbiasa meremehkan kesalahan kecil." (Aa Gym)

"Hentikanlah kebiasaan memotong pembicaraan orang, apalagi dengan memberi komentar yang tak enak, selain membuat suasana menjadi tegang, jadi menyakitkan dan menimbulkan permusuhan." (Aa Gym)

"Hati-hati bila bergurau, bila berlebihan pasti akan menjadi masalah. Selain turunnya wibawa juga akan cenderung mudah berbohong dan menyakiti orang lain." (Aa Gym)

Tiga Belas Penawar Racun Kemaksiatan

Berikut ini ada beberapa terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan.

1. Anggaplah besar dosamu
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu berkata, ''Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.''

2. Janganlah meremehkan dosa
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Janganlah kamu meremehkan dosa, seperti kaum yang singgah di perut lembah. Lalu seseorang datang membawa ranting dan seorang lainnya lagi datang membawa ranting sehingga mereka dapat menanak roti mereka. Kapan saja orang yang melakukan suatu dosa menganggap remeh suatu dosa, maka itu akan membinasakannya.'' (HR. Ahmad dengan sanad yang hasan)

3. Janganlah mujaharah (menceritakan dosa)
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Semua umatku dimaafkan kecuali mujahirun (orang yang berterus terang). Termasuk mujaharah ialah seseorang yang melakukan suatu amal (keburukan) pada malam hari kemudian pada pagi harinya ia membeberkannya, padahal Allah telah menutupinya, ia berkata, 'Wahai fulan, tadi malam aku telah melakukan demikian dan
demikian'. Pada maalm hari Tuhannya telah menutupi kesalahannya tetapi pada pagi harinya ia membuka tabir Allah yang menutupinya.'' (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Taubat nasuha yang tulus
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya tatkala bertaubat daripada seorang di antara kamu yang berada di atas kendaraannya di padang pasir yang tandus. Kemudian kendaraan itu hilang darinya, padahal di atas kendaraan itu terdapat makanan dan minumannya. Ia sedih kehilangan hal itu, lalu ia
menuju pohon dan tidur di bawah naungannya dalam keaadaan bersedih terhadap kendaraannya. Saat ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba kendaraannya muncul di dekatnya, lalu ia mengambil tali kendalinya. Kemudian ia berkata, karena sangat bergembira, 'Ya Allah Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu'. Ia salah ucap karena sangat bergembira''. (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Jika dosa berulang, maka ulangilah bertaubat
Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu berkata, ''Sebaik-baik kalian adalah setiap orang yang diuji (dengan dosa) lagi bertaubat.'' ditanyakan, 'Jika ia mengulangi lagi?' Ia menjawab, 'Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat.' Ditanyakan, 'Jika ia kembali berbuat dosa?' Ia menjawab, 'Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat.' Ditanyakan, 'Sampai kapan?' Dia menjawab, 'Sampai setan berputus asa.'''

6. Jauhi faktor-faktor penyebab kemaksiatan
Orang yang bertaubat harus menjauhi situasi dan kondisi yang biasa ia temui pada saat melakukan kemaksiatan serta menjauh darinya secara keseluruhan dan sibuk dengan selainnya.

7. Senantiasa beristighfar

Saat-saat beristighfar:

a. Ketika melakukan dosa

b. Setelah melakukan ketaatan

c. Dalam dzikir-dzikir rutin harian

d. Senantiasa beristighfar setiap saat

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam beristighfar kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali (dalam hadits lain 100 kali).

8. Apakah anda berjanji kepada Allah untuk meninggalkan kemaksiatan?
Tidak ada bedanya antara orang yang berjanji kepada Allah (berupa nadzar atas tebusan dosa yang dilakukannya) dengan orang yang tidak melakukannya. Karena yang menyebabkan dirinya terjerumus ke dalam kemaksiatan tidak lain hanyalah karena panggilan syahwat (hawa nafsu)
lebih mendominasi dirinya daripada panggilan iman. Janji tersebut tidak dapat melakukan apa-apa dan tidak berguna.

9. Melakukan kebajikan setelah keburukan
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebajikan maka kebajikan itu akan menghapus keburukan tersebut, serta perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik.'' (HR. Ahmad dan
Tirmidzi. Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih)

10. Merealisasikan tauhid
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Barangsiapa yang melakukan kebajikan, maka ia mendapatkan pahala sepuluh kebajikan dan Aku tambah dan barangsiapa yang melakukan keburukan keburukan, maka balasannya satu keburukan yang sama, atau diampuni dosanya. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta dan barangsiapa yang mendekat kepada-ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; barangsiapa yang datang kepada-ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari. Barangsiapa yang menemui-Ku dengan dosa sepenuh bumi tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku menemuinya dengan maghfirah yang sama.'' (HR. Muslim dan Ahmad)

11. Jangan berpisah dengan orang-orang yang baik

a. Persahabatan dengan orang-orang baik adalah amal shalih

b. Mencintai orang-orang shalih menyebabkan sesorang bersama mereka, walaupun ia tidak mencapai kedudukan mereka dalam amal

c. Manusia itu ada 3 golongan

i. Golongan yang membawa dirinya dengan kendali takwa dan mencegahnya dari kemaksiatan. Inilah golongan terbaik.

ii. Golongan yang melakukan kemaksiatan dalam keadaan takut dan menyesal. Ia merasa dirinya berada dalam bahaya yang besar, dan ia berharapa suatu hari dapat berpisah dari kemaksiatan tersebut.

iii. Golongan yang mencari kemaksiatan, bergembira dengannya dan menyesal karena kehilangan hal itu.

d. Penyesalan dan penderitaan karena melakukan kemaksiatan hanya dapat dipetik dari persahabatan yang baik

e. Tidak ada alasan untuk berpisah dengan orang-orang yang baik

12. Jangan tinggalkan da'wah
Said bin Jubair berkata, ''Sekiranya sesorang tidak boleh menyuruh kebajikan dan mencegah dari kemungkaran sehingga tidak ada dalam dirinya sesuatu (kesalahanpun), maka tidak ada seorangpun yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran.'' Imam malik berkomentar, ''Ia benar. Siapakah yang pada dirinya tidak ada sesuatupun (kesalahan).''

13. Jangan cela orang lain karena perbuatan dosanya
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam menceritakan kepada para shahabat bahwasanya seseorang berkata, ''Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.'' Allah swt berkata, ''Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapus amalmu.'' (HR. Muslim).


Disadur secara ringkas dari buku 13 Penawar Racun kemaksiatan terjemahan dari kitab Sabiilun najah min syu'mil ma'shiyyah karangan Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy, terbitan Darul Haq, Jakarta

Berdakwah dengan hikmah.....

Minggu, 20 Juni 2010

“ Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl:125)

Seorang da’i yang telah bertahun-tahun berguru agama di Timur Tengah, akhirnya pulang ke kampung halamannya. Dari penampilan da'i tersebut, nampaknya matang benar ilmu agama yang telah dimilikinya. Di kampung halamannya iapun langsung buka pesantren. Muridnyapun lumayan banyak. Masyarakatpun menaruh harapan pada sang da'i tersebut.Tapi apa yang terjadi, lama-kelamaan masyarakat makin menjauh dari da'i tersebut. Padahal ajaran yang disampaikan oleh sang da'i sangat bagus. Semua bersumber dari Al-qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Hampir tak ada yang melenceng. “Kami tidak mau melenceng dari Al-qur'an dan Sunnah Rasul walau se-inchi pun,” ucapnya kepada penulis di suatu ketika.Lalu kenapa masyarakat semakin menjauhi bahkan mulai memusuhinya? Apakah karena masyarakat setempat anti terhadap Quran dan Sunnah? Tidak! Atau karena ada dendam pribadi kepada sang da'i? Tidak juga. Selidik punya selidik, ternyata menjauhnya masyarakat kepada da'inya itu dikarenakan cara berdakwah sang da'i yang menumbuhkan rasa antipati masyarakat. Sang da'i, begitu pulang kampung dan melihat prilaku beribadah warga yang dinilainya tidak sesuai ajaran Islam yang sebenarnya, kontan saja tanpa tedeng aling-aling menyalahkan warga.

Ritual-ritual keagaamaan yang telah berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun dan dinilainya tak pernah dicontohkan oleh Nabi, kontan “disikatnya”. Zikir-zikir kematian, cara menguburkan jenazah, maulud nabi, dan sejumlah kegiatan lainnya yang kerap dilakukan warga, langsung dikata-katai bid'ah. Semua yang bid'ah adalah sesat, dan yang sesat tempatnya di neraka. Secara tak langsung sang da'i berucap, bahwa pelaku bid'ah bakal nyungsep ke neraka.Tidak sampai di situ, sejumlah tuan guru yang jadi panutan warga, yang telah berjasa puluhan tahun mengajarkan Islam kepada warga, turut pula dikata-katai sebagai ahli bid'ah dan sesat. Secara tak langsung sang da'i memastikan bahwa sejumlah tuan guru tersebut bakal dapat kavlingan di neraka. Tak tanggung-tanggung, media yang digunakan untuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan pedas ini adalah forum khutbah Jumat dan melalui pengajian dengan loudspeaker. Tidak hanya dengan kata-kata tapi juga dengan perbuatan. Sang da'i beserta sejumlah muridnya kerap secara demonstratif menunjukkan keberbedaannya dengan masyarakat banyak dalam sejumlah tata cara ibadah. Masyarakatpun jadi tegang, pro-kontra. Sebagian kecil mendukung sang da'i, sebagian besar lainnya mulai geram.Meski tahu dirinya dibenci warga, sang da'i rupanya tak gentar.

“Setiap perjuangan ada resikonya termasuk dibenci. Nabipun dulunya demikian,” ucapnya kepada penulis. Dan memang dari hari kehari, terus saja sang da'i melakukan dakwah “hantam kromo”. Semua yang dianggapnya bid'ah dihantam dengan kata-kata. Nampaknya keinginan sang da'i adalah ingin cepat bisa merubah prilaku ibadah warga agar kembali kepada ajaran Islam yang menurutnya murni. Memang, niat sang da'i sungguh mulia. Tapi sayang, karena dakwahnya dilakukan dengan cara hantam kromo, maka wargapun menyambut dakwah sang da'i dengan cara hantam kromo pula. Rumah beserta pesantren sang da'i diobrak-abrik warga, dan sang da'i diusir dari kampungnya. Sang da'i beserta muridnyapun akhirnya mengungsi. Dakwahnya terhenti di tengah jalan, nyaris tanpa hasil. Seperti kata orang bijak: Air jadi keruh, teratai rusak, ikanpun lari.

Dalam berdakwah tidak cukup hanya bermodal hafalan ayat dan hadis, tapi juga harus ditunjang dengan ilmu metodologi dakwah. Sebelum melaksanakan tugas dakwah, ada baiknya mempelajari dulu kondisi masyarakat yang akan didakwahi, baik karakter, pemahaman, sosial psikologis, ekonomi, kesiapan menerima hal yang dianggap “baru” dan lain sebagainya. Dengan bekal itu seorang da'i bisa memilih metode, kata-kata, dan prilaku yang pas dengan masyarakat yang akan didakwahi. Dengan demikian obyek yang akan didakwahi bisa menerimanya tanpa harus menciptakan “ketegangan” terlebih dahulu. Lain daerah lain pula metode yang bisa diterapkan. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya, begitu kata pepatah.

Hal ini sesuai dengan perintah Allah pada ayat di awal tulisan ini. Coba perhatikan dengan seksama ayat di atas, mengapa Alloh mengedepankan kata “hikmah”, setelah itu baru disebutkan tentang “pelajaran yang baik”. Kenapa tidak langsung saja Allah menyuruh kita berdakwah dengan pelajaran yang baik? Makna kata “hikmah” pada ayat tersebut kira-kira maksudnya adalah bagaimana cara agar kita berdakwah sesuai dengan kondisi, tingkat pemahaman, ketaatan, maupun sosial psikologis masyarakat yang kita dakwahi. Bagaimana berdakwah agar masyarakat yang kita dakwahi tidak tersinggung, pecah, tegang, “konslet” bahkan lari sebelum didakwahi. Dengan kata lain para da’i diminta untuk terlebih dahulu bisa menarik simpati obyek yang akan kita dakwahi. Atau istilah kerennya
pe-de-ka-te. Bila simpati masyarakat telah kita dapati, maka dengan sendirinya masyarakat akan mudah mengikuti ajakan kita. Apabila orang sudah suka dan senang kepada kita, maka jangankan kata-kata yang kita ucapkan benar, walau kata-kata kita salah sekalipun, tetap akan dibenarkan.

Contoh lain dapat kita lihat dari sebuah kisah teladan yang patut dijadikan pijakan. Ketika kita sebagai pemegang amanah dakwah hendak menjadikan waktu kita berarti dalam rangka menyebarluaskan ajaran islam agar dapat dikecap oleh semua kalangan, baik muda maupun tua, baik kaum intelektual, maupun kaum marginal.. Kisah seorang nabi yang sangat bijaksana dalam menyampaikan risalah ke-nabiannya, Ibrahim Alaihissalam..

Perhatikanlah, bagaimana Allah SWT menguji hamba-hamba-Nya. Renungkanlah bentuk ujian tersebut. Kita sekarang berada di hadapan seorang nabi yang hatinya merupakan hati yang paling lembut dan paling penyayang di muka bumi. Hatinya penuh dengan cinta kepada Allah SWT dan cinta kepada makhluk-Nya. Nabi Ibrahim mendapatkan anak saat beliau menginjak usia senja, padahal sebelumnya beliau tidak membayangkan akan memperoleh karunia seorang anak.

Nabi Ibrahim tidur, dan dalam tidurnya beliau melihat dirinya sedang menyembelih anaknya, anak satu-satunya yang dicintainya. Timbullah pergolakan besar dalam dirinya. Sungguh salah kalau ada orang mengira bahwa tidak ada pergolakan dalam dirinya. Nabi Ibrahim benar-benar diuji dengan ujian yang berat. Ujian yang langsung berhubungan dengan emosi kebapakan yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Nabi Ibrahim berpikir dan merenung. Kemudian datanglah jawaban bahwa Allah SWT melihatkan kepadanya bahwa mimpi para nabi adalah mimpi kebenaran. Dalam mimpinya, Nabi Ibrahim melihat bahwa ia menyembelih anak satu-satunya. Ini adalah wahyu dari Allah SWT dan perintah dari-Nya untuk menyembelih anaknya yang dicintainya.

Sebagai pecinta sejati, Nabi Ibrahim tidak merasakan kegelisahan dari hal tersebut. Ia tidak "menggugat" perintah Allah SWT itu. Nabi Ibrahim adalah penghulu para pecinta. Nabi Ibrahim berpikir tentang apa yang dikatakan kepada anaknya ketika ia menidurkannya di atas tanah untuk kemudian menyembelihnya. Lebih baik baginya untuk memberitahu anaknya dan hal itu lebih menenangkan hatinya daripada memaksanya untuk menyembelih. Akhirnya, Nabi Ibrahim pergi untuk menemui anaknya. "Ibrahim berkata: 'Wahai anakku sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi, aku menyembelihmu, maka bagaimana pendapatmu???. " (QS. ash-Shaffat: 102). Perhatikanlah bagaimana kasih sayang Nabi Ibrahim dalam menyampaikan perintah kepada anaknya. la menyerahkan urusan itu kepada anaknya; apakah anaknya akan menaati perintah tersebut. Bukankah perintah tersebut adalah perintah dari Tuhannya? Subhaanallah, seorang nabi yang sungguh bijaksana, dengan kelembutan hatinya ia membuka ruang diskusi dalam menjalankan amanah kenabiannya. Walaupun ia tau bahwa perintah Allah diatas segalanya, tak pandang bulu kepada siapa ia dialamatkan,, Nabi Ibrahim sangat yakin bahwa ketika Ismail menerima maupun menolak perintah dari Allah SWT pun, ia tetap akan melakukannya. Namun sungguh kemuliaan Ibrahim dengan hikmah dakwah yang ia ajarkan : MEMBUKA RUANG DISKUSI!!!!

Ismail menjawab sama dengan jawaban dari ayahnya itu bahwa perintah itu datangnya dari Allah SWT yang karenanya si ayah harus segera melaksanakannya: "Wahai ayahku kerjakanlah yang diperintahkan Tuhanmu. Insya Allah engkau mendapatiku sebagai orang-orang yang sabar." (QS. ash-Shaffat: 102).. Subhanaallah, keluarga yang amat bijaksana.. mampu menyampaikan dengan hikmah, dan menerima perintah Allah dengan ikhlas..

Sahabat, dakwah begitu indah, begitu manis untuk dikecap siapa saja yg menikmatinya. Namun terkadang cara-cara kita membuat amanah dakwah ini terlihat begitu pahit dan masam. Terkadang kita terlalu menganggap sepele dalam meramu-nya untuk disajikan dalam hidangan yang sederhana. Hingga banyak orang enggan untuk meneguknya... Sepertinya kita perlu banyak belajar, bagaimana menyampaikan agar mudah diterima, tanpa menggurui, tanpa menghakimi...

"Terkadang, yang sering menghalangi seseorang untuk ikut dalam agenda kebaikan bukanlah karena menolak substansi akan sebuah kebenaran, tapi melihat CARA yang kurang tepat yang kita lakukan dalam menyampaikan agenda kebaikan..."

Wallahu A'lam bishshawab....

Inspirasi : Dari berbagai sumber

Karya

Meminang Bidadari Kisah tentang perjuangan untuk bisa belajar mencintai dan berkorban. Pertaubatan seorang WTS untuk menemukan cinta sejatinya, dan penerimaan seorang lelaki sholeh kepada seorang pendamping hidup yang memiliki masa lalu yang kelam. (Baca Selengkapnya)
Merajut Mimpi Merenungkan kehidupan berarti menemukan pertanyaan dan berupaya memberi jawaban terhadap pertanyaan yang muncul di atas nalar manusiawi. Banyak sekali pertanyaan yang perlu di jawab demi mengungkap keber-makna-an kehidupan kita. Makna adalah "makanan" dari nalar manusia.. Maka maknai kehidupan kita, agar setiap hembusnya memilki arti untuk dipahami..” (Baca Selengkapnya)
4 Musim Cinta Kisah berlatar negri jerman, tepatnya di kota Heidelberg. Kota yang dikenal sebagai kota paling romantis di negri jerman. Tentang kisah hidup seorang Alysha (Mahasiswi berprestasi dan agen intelegen) menemukan cinta, jalan hidup dan Tuhannya. (Baca Selengkapnya)
 

© Copyright Afief Alkhawarizm 2010 -2011 | Design by Afief Alkhawarizm | Published by Khawarizm's.net | Powered by AK-Team.